REVIEW FILM : SILAM HORROR TERBAIK JOSE POERNOMO

2018-12-10 08:14:44

GuritaNews – Meski film Silam harus menelan pil pahit saat Lembaga Sensor Film meng-ekskusinya sebagai film dengan kelas usia penonton 17 tahun ke-atas, pada hakikatnya film bergenre horror ini tetap di suguhkan begitu menarik.

Film Silam besutan Jose Poernomo yang diangkat dari novel milik Risa Saraswati , memilki atmosfer berbeda dari kebanyakan film horror karya Jose Poernomo sendiri.

Jose tetap konstan dalam mempertahankan taste horror dalam film pabrikan MD Pictures ini.

Dramaturgi yang dikemas pun cukup berkesan.

Beda dengan Jailangkung miliknya, Silam berhasil meramu twist dengan ok!

Film Silam memang menampilkan atmosfer horror yang berbeda, tak monoton dengan frame-frame jump-scare yang di iringi suara kejut yang memekakkan telinga.

Film Silam seperti hendak menyampaikan pesan kepada para sineas dan filmmaker yang keranjingan menggarap film horror, bahwa film horror harus punya kemampuan bermain dalam ruang drama yang baik dengan mengimbuhkan estetika yang jempolan, serta punya kemampuan mempertahankan level emosional penontonnya.

Film horror memang bisa disebut sebagai tontonan yang punya misi untuk sekedar menghibur penonton.

Biasanya, film horror yang sukses sebagai ‘penghibur’ akan selalu menjadi perbincangan di masyarakat.

Artinya, film horror tersebut tidak (bukan) semata sukses komersil, namun dianggap tepat sasaran berperan ‘solo’ menghibur penontonnya, melalui gambar, alur cerita, drama bahkan suspens dan thriller juga ‘rasa’ horrornya.


Namun demikian, tak perlu juga kita sibuk dan terlalu cepat meng-eksekusi bahwa ramainya film horror gentayangan di bioskop sebagai ‘tanda’ kemajuan perfilm-an nasional.

Perfilman nasional tetap berjalan dengan misinya, yakni melebur dalam industri pertunjukan film sesungguhnya.

Film Silam -jika tak keberatan kita mendaulatnya- saya (penulis) kira bakal menentukan nasibnya masuk ke dalam jajaran film Indonesia terlaris tahun ini (paling tidak), meski di ganjar dengan kelas usia penonton 17 tahun keatas, Silam tetap punya bobot untuk mengeduk penonton sebanyak banyaknya.

Penampilan bintang cilik Zidane Khalid, yang berperan sebagai Baskara, bocah yang selalu mendapat teguran keras dari sang ibu ( diperankan sedang-sedang saja oleh Nova Eliza),  cukup mencuri perhatian dengan kemampuan bakat lakonnya yang luar biasa.

Sepanjang durasi film, Zidane tampak tidak memperlihatkan penurunan kuliats olah perannya.

Nyaris, tak sedikitpun ia memperlihatkan kerapuhan aktingnya saat harus satu frame dengah aktor-aktor kelas atas seperti Wulan Guritno, Surya Saputra, Anna Tairas.

Yah, apapun tentang Silam, saya (penulis) tetap anggap sebagai film horror dengan formula terbaik ketibang genre sama yang lainnya.

Namun demikian adanya, kuota layar penayangan film ini juga menjadi ‘matematika’ untuk menentukan berapa banyak jumlah penonton yang di dapat, semakin banyak layar bioskop memutar Silam,  semakin ‘berjubel’ angka yang di dapat. (Q2)

NEWS GALLERY

Gallery
RELATED
News
Manoj Punjabi Guesses The Film Quiz In '1 Second'
Habibie- Ainun caught on film!
Film Habibie Ainun - The Most Watched Film in 2013